Monday, July 10, 2017

Manfaat Membaca Menjadikan Manusia Khalifah Sejati





KATA PENGANTAR

   Hari Sabtu, tanggal 8 Juli 2017, perpustakaan IMAAM Center resmi di buka untuk umum. Pada peresmian pembukaan di mulai dengan pengguntingan pita oleh Bapak Taufiq Ismail (tamu khusus IMAAM dari Jakarta) dan Bapak Ismunandar (Atase Pendidikan dan Kebudayaan KBRI Washington D.C.) yang disaksikan Presiden IMAAM Bapak Amang Sukasih, Imam Masjid IMAAM Center Ustdadz Fahmi Zubir, Wakil dari Pendiri IMAAM Bapak A. Faisal Marzuki, dan para undangan. Adapun Direktur Perpustakaan adalah Bapak Hari Tulastono tidak tampak dalam foto ini.
 

 Perpustakaan merupakan gudang ilmu yang diletakkan dalam rak buku. Tajuknya bermacam-macam. Sedang buku itu sendiri adalah jendela Ilmu yang hendak kita ketahui. Selamat kepada IMAAM Center dan Bapak Hari Tulastono semoga sirkulasi simpan pinjamnya lancar, rapi dan aman.

   Berkaitan dengan itu kami muatkan disini manfaat membaca bagi peminat perpustaan IMAAM sebagai berikut dibawah ini. □ AFM



MANFAAT MEMBACA MENJADIKAN MANUSIA KHALIFAH SEJATI


PENDAHULUAN

T
ujuannya manusia diciptakan oleh Allāhu Rabbul ‘Ālamīn adalah beribadah  kepada-Nya (QS 51:56) dan mengangkatnya sebagai khalifah-khalifah (QS 5:39) untuk memakmurkan (membangun peradaban) kehidupan di bumi (QS 11:61).   Untuk itu ia perlu ilmu dan pengetahuan sebagaimana yang di ajarkan-Nya kepada Bapak Manusia Pertama, Adam as (QS 2:31). Dalam Kitab Suci Al-Quran yang pertama-tama sekali diturunkan adalah 5 ayat pertama dari surat Al-‘Alaq, (QS 96:1 s/d 5). Disebut juga surat Iqra’, artinya Bacalah. Dengan membaca diperoleh Ilmu dan Pengetahuan. Manusia yang berilmu diangkat derajatnya lebih tinggi dari pada orang yang tidak berilmu (QS 58:31).

   Membaca buku yang berkualitas adalah satu aktivitas yang memiliki segudang manfaat. Sedikitnya ada 7 manfaat yang dapat saya uraikan.


1. MENAMBAH WAWASAN ILMU DAN PENGETAHUAN

   Membaca buku adalah satu sarana untuk membuka cakrawala dunia. Dengan memiliki banyak wawasan dan ilmu serta pengetahuan, kita akan lebih percaya diri dalam menatap dunia. Mampu menyesuaikan diri dalam berbagai pergaulan dan tetap bisa servive dalam menghadapi gejolak zaman.


2. SARANA REFLEKSI DAN PENGEMBANGAN DIRI

   Dengan membaca kita dapat mengetahui pemikiran seseorang. Artinya kita bisa mempelajari bagaimana cara orang lain dalam mengembangkan diri. Ini penting bagi kita sebagai bahan pertimbangan atau pembanding sebelum kita melakukan suatu hal.


3. MENINGKATKAN PEMAHAMAN

   Sebagai contoh nyata dari manfaat membaca ini banyak dirasakan oleh pembaca adalah bahwa membaca dapat meningkatkan pemahaman dan memori. Semula tidak mereka mengerti menjadi lebih jelas setalah membaca. Logika sederhana saja, tidak mungkin orang memahami materi pelajaran di kelas kalau mereka tidak membaca. Dari sini jelas bahwa membaca sangat berperan dalam membantu seseorang untuk meningkatkan pemahamannya terhadap suatu bahan atau materi yang dipelajari.


4. MENINGKATKAN KONSENTRASI DAN FOKUS

   Kuncinya dalam membaca yang yang berhasil adalah konsentrasi dan fokus dalam membaca. Konsentrasi dan fokus akan memudahkan mengambil pengertian yang terkandung dari apa yang dibaca. Jadi bagi yang suka membaca akan memiliki pemikiran dan kesadaran yang lebih baik dari sesuatu apa yang dihadapi dalam hidup.

   Karena sudah terlatih dalam meningkatkan konsentrasi dan fokus ini, pembaca akan memiliki kemampuan untuk memiliki perhatian penuh dan praktis dalam menghadapi kehidupan. Dengan membaca mengembangkan keterampilan objektivitas dan pengambilan keputusan dan mengubah cara berfikir dan berkesaran diri yang tadinya tidak mengetahuainya sama sekali.


5. MELATIH KEMAMPUAN BERFIKIR DAN BERKESADARAN

   Fikiran (otak, ‘aql) dan Perasaan atau Kesadaran (hati, qalb) ibarat sebuah pisau, semakin diasah akan semakin tajam. Kebalikannya jika tidak diasah, akan menjadi tumpul. Apakah alat yang efektif untuk mengasahnya? Tidak lain adalah buku, yaitu buku ilmu dan buku-buku pengetahuan seperti literatur klasik, fiksi ilmiah, novel, sajak atau puisi, buku pengembangan diri dan pengetahuan lain seperti sejarah, otobiografi dan buku-buku ilmiah lainnya.

   Dengan cara ini cara berfikir dan berkesadaran akan bertambah dalam dan kuat. Bacalah buku sebanyak mungkin.

   Menurut para ahli, keuntungan dari membaca buku dapat memberikan dampak yang menyenangkan bagi alam pikiran dan keasadaran kita. Membaca juga membantu meningkatkan keahlian kognitif (pengenalan) dan meningkatkan perbendaharaan kosakata dan cara penyajian ilmu atau pengetahuan yang sudah kita miliki setelah mengambil manfaat dari apa yang kita baca.


6. MENDUKUNG KEMAMPUAN MENJELASKAN DAN BERBICARA DI DEPAN UMUM

   Membaca adalah suatu aktivitas yang akan membuka cakrawala dan pengatahuan anda terhadap dunia. Untuk mengembangkan jangkauan diri kita terhadap pengetahuan atas pengetahuan suatu ilmu dan peristiwa-peristiwa di dunia, hanya bisa dijangkau dengan membaca. Selain mendapatkan informasi tentang suatu ilmu dan berbagai peristiwa, membaca juga mampu meningkatkan pola pikir, kreativitas dan kemampuan verbal, karena membaca akan memperkaya kosa kata dan kekuatan kata-kata. Meningkatnya pola pikir, kreativitas dan kemampuan verbal akan sangat mendukung dalam meningkatkan kemampuan berkomunikasi dan berbicara di depan umum.


7. MENINGKATKAN KEMAMPUAN MENULIS DAN MENGAJARKAN

   Selain menambah wawasan ilmu dan pengetahuan, membaca juga bisa mengasah kemampuan menulis dan mengajarkan sesuatu ilmu dan pengetahuan kepada orang yang tidak mengetahuinya. Selain itu, karena wawasan Anda juga berguna untuk bahan menulis akan menjadi semakin luas dan baik. Anda juga bisa mempelajari gaya-gaya menulis orang lain dengan membaca tulisannya. Lewat membaca Anda bisa mendapatkan kekayaan ide yang melimpah untuk menulis.


PENUTUP

   Last but not lease (Yang terakhir tapi bukan yang tidak penting), membaca benar-benar dapat langsung meningkatkan daya ikat pemikiran dalam otak pemikiran dan kesadaran hati. Ketika membaca, otak (‘aql) dan hati (qalb) karunia dari Allah Azza wa Jalla akan dirangsang secara teratur dapat membantu mencegah gangguan pada otak dan kesadarannya termasuk penyakit Alzheimer. Penelitian telah menunjukkan bahwa latihan penggunaan otak dan kesadaran manusia seperti membaca buku dapat menunda atau mencegah kehilangan memori dan kesadaran. Menurut para peneliti, kegiatan ini merangsang sel-sel otak dan kesadaran dapat selalu terhubung dan tumbuh.

   Allah Azza wa Jalla sewaktu mengangkat Adam as sebagai khalifah. Dia mengajarkan “ilmu dan pengetahuan” khusus kepada Adam, sebagaimana yang disebutkan dalam  firman-Nya: Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat, “Aku hendak menjadikan khalifah di bumi”. (QS 2:30). Dan Dia ajarkan kepada Adam nama-nama (benda), (QS 2:31).

Maksud daripada nama-nama benda itu adalah semua benda yang menyangkut kegunaan dan manfaatnya agar dia mampu menjalankan misi dan tugas sebagai khalifah. Tanpa ilmu dan pengetahuan yang memadai, mustahil ia akan mampu menjalankan misi dan tugas sebagai khalifah pemakmur kehidupan di bumi.

   Kini ilmu dan pengetahuan diperoleh dengan banyak membaca, dengan itu ilmu dan pengetahuan bertambah. Ilmu dan pengetahuan ini berguna untuk mempertajam keahlian bidangnya masing-masing. Dengan itu akan mampu menjalankan misi dan tugas bidangnya sebagai khalifah-khalifah dalam membangun peradaban (pemakmur kehidupan) di bumi. Kehidupan di bumi bagi manusia khalifah adalah sebagai ladang ibadah, sebagai bekal menuju akhirat. Billahit Taufiq wal-Hidayah. □ AFM

Thursday, May 18, 2017

Komunikasi






Lakukan komunikasi daripada mengurung diri dibalik dinding. Dengan adanya komunikasi yang baik kita dapat membangun komunitas yang bersatu, kokoh dan maju, seperti dalam berbangsa dan berantar bangsa.  Communication - Build Bridges, Not Walls.



PENGERTIAN KOMUNIKASI

K
ata atau istilah komunikasi (dari bahasa Inggris “communication”), secara etimologis atau menurut asal katanya adalah dari bahasa Latin communicatus, dan perkataan ini bersumber pada kata communis. Dalam kata communis ini memiliki makna ‘berbagi’ atau ‘menjadi milik bersama’ yaitu suatu usaha yang memiliki tujuan untuk kebersamaan atau kesamaan makna.

   Komunikasi secara terminologis merujuk pada adanya proses penyampaian suatu pernyataan oleh seseorang kepada orang lain. Jadi dalam pengertian ini yang terlibat dalam komunikasi adalah manusia. Karena itu merujuk pada pengertian Ruben dan Steward(1998:16) mengenai komunikasi manusia yaitu:

Human communication is the process through which individuals –in relationships, group, organizations and societies—respond to and create messages to adapt to the environment and one another.

(Bahwa komunikasi manusia adalah proses yang melibatkan individu-individu dalam suatu hubungan, kelompok, organisasi dan masyarakat yang merespon dan menciptakan pesan untuk beradaptasi dengan lingkungan satu sama lain).

   Untuk memahami pengertian komunikasi tersebut sehingga dapat dilancarkan secara efektif dalam Effendy(1994:10) bahwa para peminat komunikasi sering kali mengutip paradigma yang dikemukakan oleh Harold Lasswell dalam karyanya, The Structure and Function of Communication in Society. Lasswell mengatakan bahwa cara yang baik untuk untuk menjelaskan komunikasi ialah dengan menjawab pertanyaan sebagai berikut: Who Says; What In; Which Channel; To Whom With; What Effect?

   Paradigma Lasswell di atas menunjukkan bahwa komunikasi meliputi lima unsur sebagai jawaban dari pertanyaan yang diajukan itu, yaitu: Komunikator (siapa yang mengatakan?); Pesan (mengatakan apa?); Media (melalui saluranapa? - Tatap Muka, Rapat, Radio, TV, Komputer, Gadget); Komunikan (kepada siapa?); Efek (dengan dampak atau hasilnya apa?).

   Jadi berdasarkan paradigma Lasswell tersebut, secara sederhana proses komunikasi adalah pihak komunikator membentuk (encode) pesan dan menyampaikannya melalui suatu saluran tertentu kepada pihak penerima yang menimbulkan efek tertentu.


PROSES KOMUNIKASI

Berangkat dari paradigma Lasswell, Effendy (1994:11-19) membedakan proses komunikasi menjadi dua tahap, yaitu:

1. Proses komunikasi secara primer

   Proses komunikasi secara primer adalah proses penyampaian pikiran dan atau perasaan seseorang kepada orang lain dengan menggunakan lambang (symbol) sebagai media. Lambang sebagai media primer dalam proses komunikasi adalah pesan verbal (bahasa), dan pesan nonverbal (kial/gesture, isyarat, gambar, warna, dan lain sebagainya) yang secara langsung dapat/mampu menerjemahkan pikiran dan atau perasaan komunikator kepada komunikan.

   Seperti disinggung di muka, komunikasi berlangsung apabila terjadi kesamaan makna dalam pesan yang diterima oleh komunikan. Dengan kata lain , komunikasi adalah proses membuat pesan yang setala bagi komunikator dan komunikan. Prosesnya sebagai berikut, pertama-tama komunikator menyandi (encode) pesan yang akan disampaikan disampaikan kepada komunikan. Ini berarti komunikator memformulasikan pikiran dan atau perasaannya ke dalam lambang (bahasa) yang diperkirakan akan dimengerti oleh komunikan. Kemudian giliran komunikan untuk menterjemahkan (decode) pesan dari komunikator. Ini berarti ia menafsirkan lambang yang mengandung pikiran dan atau perasaan komunikator tadi dalam konteks pengertian. Yang penting dalam proses penyandian (coding) adalah komunikator dapat menyandi dan komunikan dapat menerjemahkan sandi tersebut (terdapat kesamaan makna).

   Wilbur Schramm (dalam Effendy, 1994) menyatakan bahwa komunikasi akan berhasil (terdapat kesamaan makna) apabila pesan yang disampaikan oleh komunikator cocok dengan kerangka acuan (frame of reference) , yakni paduan pengalaman dan pengertian (collection of experiences and meanings) yang diperoleh oleh komunikan. Schramm menambahkan, bahwa bidang (field of experience) merupakan faktor penting juga dalam komunikasi. Jika bidang pengalaman komunikator sama dengan bidang pengalaman komunikan, komunikasi akan berlangsung lancar. Sebaliknya, bila bidang pengalaman komunikan tidak sama dengan bidang pengalaman komunikator, akan timbul kesukaran untuk mengerti satu sama lain. Sebagai contoh seperti yang diungkapkan oleh Sendjaja (1994:33), yakni: Si A seorang mahasiswa ingin berbincang-bincang mengenai perkembangan valuta asing dalam kaitannya dengan pertumbuhan ekonomi. Bagi si A tentunya akan lebih mudah dan lancar apabila pembicaraan mengenai hal tersebut dilakukan dengan si B yang juga sama-sama mahasiswa. Seandainya si A tersebut membicarakan hal tersebut dengan si C, sorang pemuda desa tamatan SD tentunya proses komunikaasi tidak akan berjalan sebagaimana mestinya seperti yang diharapkan si A. Karena antara si A dan si C terdapat perbedaan yang menyangkut tingkat pengetahuan, pengalaman, budaya, orientasi dan mungkin juga kepentingannya.

   Contoh tersebut dapat memberikan gambaran bahwa proses komunikasiakan berjalan baik atau mudah apabila di antara pelaku (sumber dan penerima) relatif sama. Artinya apabila kita ingin berkomunikasi dengan baik dengan seseorang, maka kita harus mengolah dan menyampaikan pesan dalam bahasa dan cara-cara yang sesuai dengan tingkat pengetahuan, pengalaman, orientasi dan latar belakang budayanya. Dengan kata lain komunikator perlu mengenali karakteristik individual, sosial dan budaya dari komunikan.

2. Proses komunikasi sekunder

   Proses komunikasi secara sekunder adalah proses penyampaian pesan oleh komunikator kepada komunikan dengan menggunakan alat atau sarana sebagai media kedua setelah memakai lambang sebagai media pertama.

   Seorang komunikator menggunakan media ke dua dalam menyampaikan komunikasi, karena komunikan sebagai sasaran berada di tempat yang relatif jauh atau jumlahnya banyak. Surat, telepon, teleks, surat kabar, majalah, radio, televisi, film, dsb adalah media kedua yang sering digunakan dalam komunikasi. Proses komunikasi secara sekunder itu menggunakan media yang dapat diklasifikasikan sebagai media massa (surat kabar, televisi, radio, dsb.) dan media nirmassa (telepon, surat, megapon, dsb.).


KONSEPTUAL KOMUNIKASI

   Deddy Mulyana (2005:61-69) mengkategorikan definisi-definisi tentang komunikasi dalam tiga konseptual yaitu:

1. Komunikasi sebagai tindakan satu arah.

   Suatu pemahaman komunikasi sebagai penyampaian pesan searah dari seseorang (atau lembaga) kepada seseorang (sekelompok orang) lainnya, baik secara langsung (tatap muka) ataupun melalui media, seperti surat (selebaran), surat kabar, majalah, radio, atau televisi. Pemahaman komunikasi sebagai proses searah sebenarnya kurang sesuai bila diterapkan pada komunikasi tatapmuka, namun tidak terlalu keliru bila diterapkan pada komunikasi publik (pidato) yang tidak melibatkan tanya jawab. Pemahaman komunikasi dalam konsep ini, sebagai definisi berorientasi-sumber. Definisi seperti ini mengisyaratkan komunikasi semua kegiatan yang secara sengaja dilakukan seseorang untuk menyampaikan rangsangan untuk membangkitkan respon orang lain. Dalam konteks ini, komunikasi dianggap suatu tindakan yang disengaja untuk menyampaikan pesan demi memenuhi kebutuhan komunikator, seperti menjelaskan sesuatu sesuatu kepada orang lain atau membujuk untuk melakukan sesuatu.

Beberapa definisi komunikasi dalam konseptual tindakan satu arah:



● Everet M. Rogers: Komunikasi adalah proses dimana suatu ide dialihkan dari sumber kepada suatu penerima atau lebih, dengan maksud untuk mengubah tingkah laku.

● Gerald R. Miller: Komunikasi terjadi ketika suatu sumber menyampaikan suatu pesan kepada penerima dengan niat yang disadari untuk mempengaruhi perilaku penerima.

● Carld R. Miller: Komunikasi adalah proses yang memungkinkan seseorang (komunikator) menyampaikan rangsangan (biasanya lambang-lambang verbal) untuk mengubah perilaku orang lain (komunkate).

● Theodore M. Newcomb: Setiap tindakan komunikasi dipandang sebagai suatu transmisi informasi terdiri dari rangsangan yang diskriminatif, dari sumber kepada penerima.


2. Komunikasi sebagai interaksi.

   Pandangan ini menyetarakan komunikasi dengan suatu proses sebab-akibat atau aksi-reaksi, yang arahnya bergantian. Seseorang menyampaikan pesan, baik verbal atau nonverbal, seorang penerima bereaksi dengan memberi jawaban verbal atau nonverbal, kemudian orang pertama bereaksi lagi setelah menerima respon atau umpan balik dari orang kedua, dan begitu seterusnya.

   Contoh definisi komunikasi dalam konsep ini, Shanon dan Weaver (dalam Wiryanto, 2004), komunikasi adalah bentuk interaksi manusia yang saling mempengaruhi satu sama lain, sengaja atau tidak sengaja dan tidak terbatas pada bentuk pada bentuk komunikasi verbal, tetapi juga dalam hal ekspresi muka, lukisan, seni , dan teknologi.

3. Komunikasi sebagai transaksi.

   Pandangan ini menyatakan bahwa komunikasi adalah proses yang dinamis yang secara sinambungan mengubah phak-pihak yang berkomunikasi. Berdasrkan pandangan ini, maka orang-orang yang berkomunikasi dianggap sebagai komunikator yang secara aktif mengirimkan dan menafsirkan pesan. Setiap saat mereka bertukar pesan verbal dan atau pesan nonverbal.

Beberapa definisi yang sesuai dengan konsep transaksi:



● Stewart L. Tubbs dan Sylvia Moss: Komunikasi adalah proses pembentukan makna di antara dua orang atau lebih.

● Judy C. Pearson dan Paul E. Nelson: Komunikasi adalah proses memahami danberbagi makna.

● William I. Gordon : Komunikasi adalah suatu transaksi dinamis yang melibatkan gagasan dan perasaan.

● Donald Byker dan Loren J. Anderson: Komunikasi adalah berbagi informasi antara dua orang atau lebih.


FUNGSI KOMUNIKASI

   William I. Gorden (dalam Deddy Mulyana, 2005:5-30) mengkategorikan fungsi komunikasi menjadi empat, yaitu:

1. Sebagai komunikasi sosial

   Fungsi komunikasi sebagai komunikasi sosial setidaknya mengisyaratkan bahwa komunikasi itu penting untuk membangun konsep diri kita, aktualisasi diri, untuk kelangsungan hidup, untuk memperoleh kebahagiaan, terhindar dari tekanan dan ketegangan, antara lain lewat komunikasi yang bersifat menghibur, dan memupuk hubungan hubungan orang lain. Melalui komunikasi kita bekerja sama dengan anggota masyarakat (keluarga, kelompok belajar, perguruan tinggi, RT, desa, ..., negara secara keseluruhan) untuk mencapai tujuan bersama.

2. Pembentukan konsep diri.

   Konsep diri adalah pandangan kita mengenai diri kita, dan itu hanya bisa kita peroleh lewat informasi yang diberikan orang lain kepada kita. Melalui komunikasi dengan orang lain kita belajar bukan saja mengenai siapa kita, namun juga bagaimana kita merasakan siapa kita. Anda mencintai diri anda bila anda telah dicintai; anda berpikir anda cerdas bila orang-orang sekitar anda menganggap anda cerdas; anda merasa tampan atau cantik bila orang-orang sekitar anda juga mengatakan demikian. George Herbert Mead (dalam Jalaluddin Rakhmat, 1994) mengistilahkan significant others (orang lain yang sangat penting) untuk orang-orang disekitar kita yang mempunyai peranan penting dalam membentuk konsep diri kita. Ketika kita masih kecil, mereka adalah orang tua kita, saudara-saudara kita, dan orang yang tinggal satu rumah dengan kita. Richard Dewey dan W.J. Humber (1966) menamai affective others, untuk orang lain yang dengan mereka kita mempunyai ikatan emosional. Dari merekalah, secara perlahan-lahan kita membentuk konsep diri kita. Selain itu, terdapat apa yang disebut dengan reference group (kelompok rujukan) yaitu kelompok yang secara emosional mengikat kita, dan berpengaruh terhadap pembentukan konsep diri kita. Dengan melihat ini, orang mengarahkan perilakunya dan menyesuaikan dirinya dengan ciri-ciri kelompoknya. Kalau anda memilih kelompok rujukan anda Ikatan Dokter Indonesia, anda menjadikan norma-norma dalam Ikatan ini sebagai ukuran perilaku anda. Anda juga meras diri sebagai bagian dari kelompok ini, lengkap dengan sifat-sifat doketer menurut persepsi anda.

3.  Pernyataan eksistensi diri.

   Orang berkomunikasi untuk menunjukkan dirinya eksis. Inilah yang disebut aktualisasi diri atau lebih tepat lagi pernyataan eksistensi diri. Fungsi komunikasi sebagai eksistensi diri terlihat jelas misalnya pada penanya dalam sebuah seminar. Meskipun mereka sudah diperingatkan moderator untuk berbicara singkat dan langsung ke pokok masalah, penanya atau komentator itu sering berbicara panjang lebarm mengkuliahi hadirin, dengan argumen-argumen yang terkadang tidak relevan.

4.  Untuk kelangsungan hidup.

   Memupuk hubungan, dan memperoleh kebahagiaan. Sejak lahir, kita tidak dapat hidup sendiri untuk mempertahankan hidup. Kita perlu dan harus berkomunikasi dengan orang lain, untuk memenuhi kebutuhan biologis kita seperti makan dan minum, dan memnuhi kebutuhan psikologis kita seperti sukses dan kebahagiaan. Para psikolog berpendapat, kebutuhan utama kita sebagai manusia, dan untuk menjadi manusia yang sehat secara rohaniah, adalah kebutuhan akan hubungan sosial yang ramah, yang hanya bisa terpenuhi dengan membina hubungan yang baik dengan orang lain. Abraham Moslow menyebutkan bahwa manusia punya lima kebutuhan dasar: kebutuhan fisiologis, keamanan, kebutuhan sosial, penghargaan diri, dan aktualisasi diri. Kebutuhan yang lebih dasar harus dipenuhi terlebih dahulu sebelum kebuthan yang lebih tinggi diupayakan. Kita mungkin sudah mampu kebuthan fisiologis dan keamanan untuk bertahan hidup. Kini kita ingin memenuhi kebutuhan sosial, penghargaan diri, dan aktualisasi diri. Kebutuhan ketiga dan keempat khususnya meliputi keinginan untuk memperoleh rasa lewat rasa memiliki dan dimiliki, pergaulan, rasa diterima, memberi dan menerima persahabatan. Komunikasi akan sangat dibutuhkan untuk memperoleh dan memberi informasi yang dibutuhkan, untuk membujuk atau mempengaruhi orang lain, mempertimbangkan solusi alternatif atas masalah kemudian mengambil keputusan, dan tujuan-tujuan sosial serta hiburan.

5. Sebagai komunikasi ekspresif

   Komunikasi berfungsi untuk menyampaikan perasaan-perasaan (emosi) kita. Perasaan-perasaan tersebut terutama dikomunikasikan melalui pesan-pesan nonverbal. Perasaan sayang, peduli, rindu, simpati, gembira, sedih, takut, prihatin, marah dan benci dapat disampaikan lewat kata-kata, namun bisa disampaikan secara lebih ekpresif lewat perilaku nonverbal. Seorang ibu menunjukkan kasih sayangnya dengan membelai kepala anaknya. Orang dapat menyalurkan kemarahannya dengan mengumpat, mengepalkan tangan seraya melototkan matanya, mahasiswa memprotes kebijakan penguasa negara atau penguasa kampus dengan melakukan demontrasi.

6. Sebagai komunikasi ritual

   Suatu komunitas sering melakukan upacara-upacara berlainan sepanjang tahun dan sepanjang hidup, yang disebut para antropolog sebaga rites of passage, mulai dari upacara kelahiran, sunatan, ulang tahun, pertunangan, siraman, pernikahan, dan lain-lain. Dalam acara-acara itu orang mengucapkan kata-kata atau perilaku-perilaku tertentu yang bersifat simbolik. Ritus-ritus lain seperti berdoa (salat, sembahyang, misa), membaca kitab suci, naik haji, upacara bendera (termasuk menyanyikan lagu kebangsaan), upacara wisuda, perayaan lebaran (Idul Fitri) atau Natal, juga adalah komunikasi ritual. Mereka yang berpartisipasi dalam bentuk komunikasi ritual tersebut menegaskan kembali komitmen mereka kepada tradisi keluarga, suku, bangsa. Negara, ideologi, atau agama mereka.

7. Sebagai komunikasi instrumental

   Komunikasi instrumental mempunyai beberapa tujuan umum, yaitu: menginformasikan, mengajar, mendorong, mengubah sikap, menggerakkan tindakan, dan juga menghibur.

   Sebagai instrumen, komunikasi tidak saja kita gunakan untuk menciptakan dan membangun hubungan, namun juga untuk menghancurkan hubungan tersebut. Studi komunika membuat kita peka terhadap berbagai strategi yang dapat kita gunakan dalam komunikasi kita untuk bekerja lebih baik dengan orang lain demi keuntungan bersama. Komunikasi berfungsi sebagi instrumen untuk mencapai tujuan-tujuan pribadi dan pekerjaan, baik tujuan jangka pendek ataupun tujuan jangka panjang. Tujuan jangka pendek misalnya untuk memperoleh pujian, menumbuhkan kesan yang baik, memperoleh simpati, empati, keuntungan material, ekonomi, dan politik, yang antara lain dapat diraih dengan pengelolaan kesan (impression management), yakni taktik-taktik verbal dan nonverbal, seperti berbicara sopan, mengobral janji, mengenakankan pakaian necis, dan sebagainya yang pada dasarnya untuk menunjukkan kepada orang lain siapa diri kita seperti yang kita inginkan.

   Sementara itu, tujuan jangka panjang dapat diraih lewat keahlian komunikasi, misalnya keahlian berpidato, berunding, berbahasa asing ataupun keahlian menulis. Kedua tujuan itu (jangka pendek dan panjang) tentu saja saling berkaitan dalam arti bahwa pengelolaan kesan itu secara kumulatif dapat digunakan untuk mencapai tujuan jangka panjang berupa keberhasilan dalam karier, misalnya untuk memperoleh jabatan, kekuasaan, penghormatan sosial, dan kekayaan.

 8. Fungsi Komunikasi.

   Berkenaan dengan fungsi komunikasi ini, terdapat beberapa pendapat dari para ilmuwan yang bila dicermati saling melengkapi.

   Misal pendapat Onong Effendy (1994), ia berpendapat fungsi komunikasi adalah menyampaikan informasi, mendidik, menghibur, dan mempengaruhi.

   Sedangkan Harold D Lasswell (dalam Nurudin, 2004 dan Effendy, 1994:27) memaparkan fungsi komunikasi sebagai berikut:

1.       Penjajagan/pengawasan lingkungan (surveillance of the information) yakni penyingkapan ancaman dan kesempatan yang mempengaruhi nilai masyarakat.

2.      Menghubungkan bagian-bagian yang terpisahkan dari masyarakat untuk menanggapi lingkungannya .

3.      Menurunkan warisan sosial dari generasi ke generasi berikutnya.


RAGAM TINGKATAN KOMUNIKASI
ATAU KONTEKS-KONTEKS KOMUNIKASI

   Secara umum ragam tingkatan komunikasi adalah sebagai berikut:

1.  Komunikasi intrapribadi (intrapersonal communication) yaitu komunikasi yang terjadi dalam diri seseorang yang berupa proses pengolahan informasi melalui panca indera dan sistem syaraf manusia.

2.  Komunikasi antarpribadi (interpersonal communication) yaitu kegiatan komunikasi yang dilakukan seseorang dengan orang lain dengan corak komunikasinya lebih bersifat pribadi dan sampai pada tataran prediksi hasil komunikasinya pada tingkatan psikologis yang memandang pribadi sebagai unik. Dalam komunikasi ini jumlah perilaku yang terlibat pada dasarnya bisa lebih dari dua orang selama pesan atau informasi yang disampaikan bersifat pribadi.

3. Komunikasi kelompok (group communication) yaitu komunikasi yang berlangsung di antara anggota suatu kelompok. Menurut Michael Burgoon dan Michael Ruffner dalam Sendjaja,(1994) memberi batasan komunikasi kelompok sebagai interaksi tatap muka dari tiga atau lebih individu guna memperoleh maksud atau tujuan yang dikehendaki seperti berbagi informasi, pemeliharaan diri atau pemecahan masalah sehingga semua anggota dapat menumbuhkan karakteristik pribadi anggota lainnya dengan akurat.

4. Komunikasi organisasi (organization communication) yaitu pengiriman dan penerimaan berbagai pesan organisasi di dalam kelompok formal maupun informal dari suatu organisasi (Wiryanto, 2005:52).

5. Komunikasi massa (mass communication). Komunikasi massa dapat didefinisikan sebagai suatu jenis komunikasi yang ditujukan kepada sejumlah audien yang tersebar, heterogen, dan anonim melalui media massa cetak atau elektrolik sehingga pesan yang sama dapat diterima secara serentak dan sesaat. Kemudian Mulyana (2005:74) juga menambahkan konteks komunikasi publik. Pengertian komunikasi publik adalah komunikasi antara seorang pembicara dengan sejumlah besar orang (khalayak). Yang tidak bisa dikenali satu persatu. Komunikasi demikian sering juga disebut pidato, ceramah atau kuliah (umum). Beberapa pakar komunikasi menggunakan istilah komunikasi kelompok besar (large group communication) untuk komunikasi ini.


KEGUNAAN BELAJAR ILMU KOMUNIKASI

Mengapa kita mempelajari ilmu komunikasi ?Ruben&Steward, (2005:1-8) menyatakan bahwa:

a. Komunikasi adalah fundamental dalam kehidupan kita.

   Dalam kehidupan kita sehari-hari komunikasi memegang peranan yang sangat penting. Kita tidak bisa tidak berkomunikasi.tidak ada aktifitas yang dilakukan tanpa komunikasi, dikarenakan kita dapat membuat beberapa perbedaan yang esensial manakala kita berkomunikasi dengan orang lain.Demikian pula sebaliknya, orang lain akan berkomunikasi dengan kita ,baik dalam jangka pendek ataupun jangka panjang. Cara kita berhubungan satu dengan lainnya, bagimana suatu hubungan kita bentuk, bagaimana cara kita memberikan kontribusi sebagai anggota keluarga, kelompok, komunitas, organisasi dan masyarakat secara luas membutuhkan suatu komunikasi.Sehingga menjadikan komunikasi tersebut menjadi hal yang sangat fundamental dalam kehidupan kita.

b. Komunikasi adalah merupakan suatu aktifitas komplek.

   Komunikasi adalah suatu aktifitas yang komplek dan menantang. Dalam hal ini ternyata aktifitas komunikasi bukanlah suatu aktifitas yang mudah. Untuk mencapai kompetensi komunikasi memerlukan understanding dan suatu ketrampilan sehingga komunikasi yang kita lakukan menjadi efektif. Ellen langer dalam Ruben&Stewat (2005:3) menyebut konsep mindfulness akan terjadi ketika kita memberikan perhatian pada situasi dan konteks, kita terbuka dengan informasi baru dan kita menyadari bahwa ada banyak perspektif tidak hanya satu persepektif di kehidupan manusia.

c. Komunikasi adalah vital untuk suatu kedudukan atau posisi yang efektif.

   Karir dalam bisnis, pemerintah, atau pendidikan memerlukan kemampuan dalam memahami situasi komunikasi, mengembangkan strategi komunikasi efektif, memerlukan kerjasama antara satu dengan yang lain, dan dapat menerima atas kehadiran ide-ide yang efektif melalui saluran saluran komunikasi. Untuk mencapai kesuksesan dari suatu kedudukan/ posisi tertentu dalam mencapai kompetensi komunikasi antara lain melalui kemampuan secara personal dan sikap, kemampuan interpersonal, kemampuan dalam melakukan komunikasi oral dan tulisan dan lain sebagainya.

d. Suatu pendidikan yang tinggi tidak menjamin kompetensi komunikasi yang baik.

   Kadang-kadang kita menganggap bahwa komunikasi itu hanyalah suatu yang bersifat common sense dan setiap orang pasti mengetahui bagaimana berkomunikasi. Padahal sesungguhnya banyak yang tidak memilki ketrampilan berkomunikasi yang baik karena ternyata banyak pesan-pesan dalam komunikasi manusia itu yang disampaikan tidak hanya dalam bentuk verbal tetapi juga nonverbal, ada ketrampilan komunikasi dalam bentuk tulisan dan oral, ada ketrampilan berkomunikasi secara interpersonal, ataupun secara kelompok sehingga kita dapat berkolaborasi sebagai anggota dengan baik, dan lain-lain. Kadang-kadang kita juga mengalami kegagalan dalam berkomunikasi. Banyak yang berpendidikan tinggi tetapi tidak memilki ketrampilan berkomunikasi secara baik dan memadai sehingga mengakibatkan kegagalan dalam berinteraksi dengan manusia lainnya. Sehingga komunikasi itu perlu kita pelajari.

e. Komunikasi adalah populer

   Komunikasi adalah suatu bidang yang dikatakan sebagai popular. Banyak bidang-bidang komunikasi modern sekarang ini yang memfokuskan pada studi tentang pesan, ada juga tentang hubungan antara komunikasi dengan bidang profesiponal lainnya termasuk hukum, bisnis, informasi, pendidikan, ilmu computer, dan lain-lain. Sehingga sekarang ini komunikasi sebagai ilmu social/perileku dan suatu seni yang diaplikasikan. Disiplin ini bersifat multidisiplin, yang berkaitan dengan ilmu-ilmu lain seperti psikologi, sosiologi, antroplogi, politik, dan lain sebagainya.


DASAR MORAL KOMUNIKASI

   Komunikasi dalam suatu masyarakat moderen, demokratis, dan majemuk, menjadi titik sentral yang penting untuk mewujudkan kehendak dan cita-cita bersama. Yaitu, Kehidupan masyarakat yang aman, adil, damai dan sejahtera dalam bernegara dan antar negara.

   Kenyataan sejarah menunjukkan dalam membangun peradaban diperlukan komunikasi timbal balik antara pemimpin dan yang dipimpin diperlukan komunikasi yang terbuka.  Untuk itu komunikasinya mensyarakatkan adanya  kejujuran, keadilan, kesatriaan yang bertanggung jawab (moral integritas) dan dasar keterbukaan dalam akhlakiyah (budi pekerti) 3T1I. Yaitu: Ta’aruf - saling kenal baik kekurangannya maupun kelebihannya dengan toleran; Tafahum - dari saling kenal ini saling memahami satu sama lain; Ta’awun - mengadakan kerjasama bisa dalam suasana persamaan dan perbedaan; dan Itsar - saling memaklumi jika ada perbedaan dan tidak saling bertengkar atau bertindak pisik seperti teror baik pisik maupun mental, maupun perang bersenjata. Dengan landasan keempat komponen akhlakiyah tersebut, maka tujuan membangun peradaban masyarakat dunia yang aman, adil, damai, dan sejahtera dengan signifikan dapat dicapai.

   Wallahu ‘Alam Bish-Shawab, Billahit Taufiq Wal Hidayah. AFM



Bahan Kepustakaan:



1.Effendy, Onong Uchjana, Komunikasi Teori dan Praktek, Bandung: Remaja Pengantar Ilmu Komunikasi, Jakarta:Grasindo.Rosdakarya
2.Cangara, Hafidz,2005, Pengantar Ilmu Komunikasi, Jakarta:PT RajaGrafindo Persada
3.Littlejohn, Stephen W. 2001. Theories of Human Communication. USA: Wadsworth Publishing.
4.Mulyana, Deddy. 2001. Ilmu Komunikasi: Suatu Pengantar. Bandung: Rosda.
5.Ruben, Brent D, Stewart, Lea P, 2005, Communication and Human Behaviour, USA:Alyn and Bacon
6.Sendjaja, Sasa Djuarsa,1994,Pengantar Komunikasi,Jakarta:Universitas Terbuka. Wiryanto, 2005.
7.https://kuncikeyakinan-faisal.blogspot.com

Diakses dari http://adiprakosa.blogspot.com/2008/09/pengertian-komunikasi.html
https://kuncikeyakinan-faisal.blogspot.com/2017/04/shalat-membangun-peradaban-dunia-ii.html□□□